Komisi D DPRD Jember Minta Dinkes Penuhi Stok Obat Tahun 2023

Edi Cahyo Purnomo

Jember Hari Ini – Komisi D DPRD Jember meminta Dinas Kesehatan Pemkab Jember tidak mengulangi kesalahan kekurangan stok obat di tahun 2022 lalu. Stok obat-obatan di seluruh puskesmas di Kabupaten Jember untuk tahun anggaran 2023 sudah harus dipenuhi.

Demikian ditegaskan Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo, di ruang Komisi D, Rabu siang, menyusul banyaknya keluhan kelangkaan obat-obatan untuk pasien kurang mampu atau yang menggunakan BPJS Kesehatan di puskesmas.

Dia menjelaskan, keluhan masyarakat Jember tentang layanan kesehatan, terutama untuk pasien kurang mampu atau menggunakan BPJS kesehatan yang dibiayai pemerintah di puskesmas. Mereka mengeluhkan obat-obatan banyak yang kosong. Dengan demikian, pasien kurang mampu ini harus membeli obat-obatan di apotek luar. Hal ini seharusnya tidak terjadi. Pemerintah harus mengcover ketersediaan obat di puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah daerah.

Padahal, anggaran obat-obatan sudah tercukupi karena DPRD Jember sudah menganggarkan sekitar Rp42 miliar. Hal ini untuk mendukung layanan kesehatan gratis. Namun jika masyarakat masih membeli obat di luar puskesmas, berarti layanan kesehatan tidak gratis lagi. Dia menjelaskan, kasus ini sudah berkali-kali disampaikan, ia berharap kasus kekurangan obat di tahun 2023 sudah tidak terjadi lagi.

Sementara salah seorang warga Desa Randuagung Kecamatan Sumberjambe, Sukra, mengaku sudah beberapa bulan obat-obatan di apotek puskesmas kosong. Karena itu, ia disuruh membeli obat yang dibutuhkan ke apotek luar puskesmas.

Dia juga menegaskan, bukan hanya dirinya, pasien lainnya setiap harinya diminta beli obat ke apotek luar. Dia juga mempertanyakan mengapa obat-obat di puskesmas itu sering kosong. (Hafid)

Comments are closed.