Banyaknya Siswa di Perkotaan Jember Tidak Bisa Baca Al-Qur’an Perlu Disikapi Semua Pihak

Prof. Dr. Mochammad Chotib

Jember Hari Ini – Guru besar UIN KHAS Jember, Profesor Doktor Mochammad Chotib, mengungkap, tingginya angka siswa SMP dan SMA negeri tidak bisa mengaji atau membaca al-qur’an perlu disikapi bersama supaya semangat beragama tidak luntur.

Hal ini dikhawatirkan lulusan SMP dan SMA menjadi  generasi yang tidak bisa membaca al-qur’an. Padahal, al-qur’an adalah salah satu sumber ajaran Islam.

Berdasarkan hasil riset di awal tahun 2000-an, sekitar 70 persen siswa SMP dan SMA negeri yang tinggal di kawasan kota Jember tidak bisa mengaji atau membaca al-qur’an.

Menurut Chotib, hal ini patut mendapatkan perhatian semua pihak, terutama orang tua, tokoh agama, perguruan tinggi keagamaan, dan pengambil kebijakan di Kabupaten Jember. Ia berharap kasus tersebut tidak terulang pada pelajar SMP dan SMA negeri di tahun 2023 dan seterusnya.

Selain itu, perguruan tinggi keagamaan dan santri pondok pesantren bisa memberikan literasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengaji.

Chotib menambahkan, meski membaca al-qur’an tidak masuk dalam kurikulum SMP atau SMA negeri, perlu pembelajaran ekstrakurikuler tentang membaca al-qur’an bagi siswa yang belum bisa membaca huruf hijaiyah.

Sebelumnya, Chotib menyampaikan hasil riset sekitar 70 persen siswa SMP dan SMA yang tinggal di kawasan kota Jember tidak bisa membaca al-quran. Sedang sekitar 70 persen siswa SMP dan SMA yang tinggal di pedesaan bisa membaca al-qur’an. (Hafid)

Comments are closed.