Jember Hari Ini – Kabupaten Jember yang dinyatakan sebagai kabupaten dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Jawa Timur, yakni 34,9 persen pada 2022, mendapatkan perhatian serius anggota Komisi IX DPR-RI, Nur Yasin.
Legislator PKB dari Dapil Jember-Lumajang ini menemui Ketua Komisi D DPRD Jember, sejumlah kepala puskesmas, persatuan dokter gigi dan nakes, di Ponpes IBU, Sabtu siang.
Menurut Ketua Komisi D DPRD Jember, Muhammad Hafidzi Kholis, pihaknya geram setelah melihat data Survei Status Gisi Indonesia (SSGI) yang menempatkan Kabupaten Jember dengan kasus stunting tertinggi di Jawa Timur.
Namun setelah dilakukan penelusuran, ternyata data yang digunakan kemenkes itu data sampling. Hafidzi mempertanyakan metode yang digunakan Kemenkes yang menggunakan survei seperti caleg.
NamunĀ Komisi D salut dengan langkah Bupati Jember. Bupati mengambil langkah cepat membuat tim, melakukan pengukuran langsung kepada seluruh balita di Kabupaten Jember yang hasilnya jauh berbeda.
Karena itu, Hafidzi meminta Komisi IX bisa melakukan klarifikasi langsung dengan Kemenkes tentang data stunting tersebut. Warga Jember sangat dirugikan, sebab faktanya tidak seperti dalam survei SSGI.
Anggota Komisi IX DPR-RI, Nur Yasin, mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab Jember yang melakukan pengukuran langsung balita hingga mendekati 100 persen. Sebab, cara tersebut akan menghasilkan data yang lebih valid.
Dia juga menjelaskan, di Jakarta Komisi IX sering beda pendapat dengan pemerintah tentang data, pengambilan data, dan metodenya. Nur Yasin berjanji akan menyampaikan aspirasi ke Kemenkes. Sebab, semua pihak bisa mengkritik pemerintah, asalkan memakai data yang jelas. (Hafid)
