PHRI Jember Kritik Pariwisata di Jember, Banyak Potensi Tapi Tidak Dikelola dengan Baik

Jember Hari Ini – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Teguh Suprayitno, mengkritik kondisi pariwisata di Jember yang belum bisa mendongkrak kunjungan wisatawan dari luar daerah.

Teguh menyebut, okupansi hotel di Jember di tahun 2023 terhitung masih sangat landai bila dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Bahkan, katanya, okupansi hotel rata rata masih dibawah standar. Dari data terakhir di bulan April, hotel setara bintang di Jember okupansinya hanya mencapai 39,69 persen.

Teguh menyebut, tamu yang menginap di hotel banyak yang mengeluhkan mahalnya tiket masuk di Papuma. Menurut Teguh, mahalnya tiket juga tidak selaras dengan fasilitas yang disediakan.

Teguh juga menilai, jember sebenarnya banyak memiliki potensi, namun belum ditemukan destinasi andalan yang digemari wisatawan luar daerah. Bahkan, pihak resepsionis di hotel ia pastikan bingung, ketika ditanya potensi wisata yang nyaman di jember.

Bahkan, katanya, proyek perbaikan jalan di bandealit sepanjang 15 kilometer juga tidak didukung dengan fasilitas yang ada di pantai. Namun, dari segi fasilitas jauh lebih baik dibandingkan di Papuma.

Teguh berharap bisa duduk bersama Dinas Pariwisata dan para pelaku wisata dan tour travel. Singkatnya, Teguh berharap event di Jember yang mayoritas hanya skala lokal bisa diperbaiki agar memikat kunjungan warga luar daerah. (Ulil)

Comments are closed.