Momentum Hari Buruh Sedunia Kamis (1/5/2014) besok, ditandai dengan aksi turun ke jalan ribuan buruh, Rabu pagi.
Aksi demo dan long march dimulai di GOR Kaliwates menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pemkab, dan DPRD Jember.
Mereka memuntut Disnakertrans segera menyelesaikan kasus sengketa perburuhan, dan menjadi mediator tuntutan jaminan kesejahteraan buruh.
Korlap aksi bersama, Agus Budianto, menilai Disnakertrans lebih berpihak pada kepentingan pengusaha. Sehingga kasus sengketa perburuhan, baik itu di Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP), maupun perusahaan yang lain tak kunjung selesai.
Sementara Kepala Disnakertrans, Ahmad Hariyadi menegaskan, pihaknya belum pernah menerima laporan kasus sengketa perburuhan. Seharusnya jika ada sengketa antara buruh dengan perusahaan, langsung dilaporkan kepada Disnakertrans, sehingga bisa dilakukan mediasi. Menurut Hariyadi, Disnakertrans tidak pernah memihak kepada siapapun, baik itu buruh maupun pengusaha. Karena itu, Ahmad Hariyadi menandatangani kesepakatan bersama, untuk membantu proses advokasi kasus perburuhan di Jember.
Aksi memperingati Hari Buruh Internasional ini mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Menurut Kapolres Jember, AKBP Awang Joko Rumitrro, dalam aksi tersebut polisi menurunkan 550 personil polisi. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan aksi buruh tersebut betul-betul aman. (Hafit)

