
Jember Hari Ini – Kenaikan harga beras masih menjadi salah satu penyumbang besaran inflasi di Kabupaten Jember.
Hingga Senin (04/11/2023), harga beras di sejumlah pasar tradisional Jember masih mencapai Rp12.000-14.500. Sementara di tingkat petani, harga padi kering sawah mencapai Rp6.800-7.200.
Tingginya harga beras ini disambut dengan rencana impor dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada pertengahan November 2023 lalu sempat menyatakan akan melakukan impor beras sebanyak 5 juta ton di tahun 2024.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi B DPRD Jember, David Handoko Seto, menyatakan pihaknya tidak sepakat dengan kebijakan impor tersebut. Menurutnya, impor bukanlah solusi sebab produksi padi dalam negeri, khususnya Jember sudah bisa mandiri mencukupi kebutuhannya sendiri. Harusnya, pemerintah mencari solusi dengan memaksimalkan hasil bumi dari dalam negeri sendiri.
Kendati naiknya harga padi juga menguntungkan bagi petani ditengah tingginya biaya pupuk dan perawatan, namun masyarakat sebagai konsumen juga harus dipikirkan untuk mendapatkan kembali harga beras yang terjangkau.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Jember merilis angka inflasi di Jember bulan November 2023 sebesar 0,28 persen. Dari jumlah tersebut, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi di bulan November terbesar yaitu cabai rawit 0,1361 persen, kemudian beras sebesar 0,1093 persen dan cabai merah sebesar 0,0498 persen. (Ulil)
