Sejumlah guru meminta polisi tidak mengenakan seragam, saat melakukan monitoring Ujian Sekolah (US), yang digelar Senin (19/5/2014) mendatang.
Menurut Kepala SDN Sidomulyo 5 Kecamatan Silo, Sutikno, kehadiran polisi berseragam dikhawatirkan mempengaruhi kejiwaan siswa. Jika polisi berseragam, muncul asumsi ada kejadian yang luar biasa sehingga harus dijaga polisi. Sutikno mengaku khawatir siswa takut saat mengerjakan soal Ujian Sekolah. Ia berharap siswanya lulus 100 persen, dengan nilai yang tinggi dan berbudi pekerti yang baik.
Sementara menurut Kepala Bagian Bimbingan Masyarakat (Bimas) Polres Jember, AKP Niluh Sriyati, khusus sekolah SD dan MI, tidak ada pengamanan tertutup (Pamtup) seperti Unas SMP atau SMA. Polisi hanya melakukan kegiatan patroli di sekitar sekolah, tidak sampai masuk ke dalam sekolah.
Niluh meminta siswa tidak perlu khawatir. Ia juga menghimbau wali murid agar terus memompa semangat anaknya agar lebih percaya diri. Sehingga tidak mudah percaya isu adanya bocoran jawaban soal.
Sementara Kepala Bidang TK-SD Dinas Pendidikan Jember, Muhammad Yasin menyatakan, dalam 2 hari terakhir, Dinas Pendidikan terus memantau kesiapan di tingkat kecamatan. Pantauan itu meliputi keamanan dan kelayakan tempat penyimpanan naskah, sehingga Ujian Sekolah benar-benar steril. (Hafit)
