Pertemuan guru-guru dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Rabu pagi terkait Tunjangan Profesi Pendidikan (TPP), berlangsung memanas. Para guru kesal, karena data TPP mereka setelah sampai di operator kabupaten tidak kunjung valid.
Para guru yang mewakili pengurus PGRI se-Kabupaten Jember itu menganggap operator TPP kabupaten yang juga keponakan Kepala Bidang Tenaga Kependidikan, menjadi biang persoalan. Data TPP guru yang sudah dinyatakan valid oleh operator sekolah, ternyata menjadi invalid saat sampai di operator kabupaten.
Ketua cabang PGRI Jenggawah, Susiono mengungkapkan, atas permintaan Kepala Bidang Tenaga Kependidikan, Heny Hayani, guru-guru sebenarnya sudah sepakat memberikan sejumlah uang kepada tenaga operator kalau TPP sudah cair. Tujuannya, agar tenaga operator bekerja profesional dan maksimal membantu guru. Kenyataannya, hal itu tidak terjadi. Banyak data TPP guru yang dinyatakan invalid. Namun ketika dilakukan lobi-lobi khusus kepada operator kabupaten, seketika itu juga data langsung valid. Sayang, Susiono tidak menyebut berapa dana lobi yang diberikan kepada operator. Karena itu, para guru meminta Dinas Pendidikan mengganti operator TPP tingkat kabupaten.
Sementara Heny Hayani menjelaskan, tahapan validasi data TPP guru, pertama kali ada di operator sekolah. Guru-guru seharusnya memantau pekerjaan operator sekolah untuk memastikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sudah valid atau tidak. Nantinya, Dapodik itu akan dicocokkan dengan data yang ada di operator kabupaten. Jika cocok, operator kabupaten akan mencentang atau menandai untuk dikirim ke pemerintah pusat. Rupanya, kewenangan mencentang atau menandai inilah yang oleh guru diduga dipermainkan dan dipakai untuk meminta uang lobi. Terkait dengan dugaan nepotisme penunjukan operator, Heny meminta Susiono bertemu khusus dengan Heny, namun guru-guru menolak.
Dalam pertemuan itu, akhirnya disepekati dibentuk tim kecil menuntaskan persoalan TPP, termasuk kemungkinan menambah tenaga operator yang dikomandani langsung Sekretaris Dinas Pendidikan. (Ely)
