
Jember Hari Ini – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember menyampaikan sejumlah kendala menangani tingginya kasus penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hingga kini pemerintah belum memutuskan untuk menutup pasar hewan, kendati jumlah kasus sejak Desember hingga Januari tercatat sudah lebih dari 1.000 ekor yang terpapar PMK dan tersebar di 29 Kecamatan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Indonesia (iSIKHNAS) dari 1 Desember 2024 sampai dengan 13 Januari 2025, total ternak di Jatim yang terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebanyak 12.934 ekor sapi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember, Elok Kristanti, Senin (20/01/2025) mengatakan, pada Rabu (15/01/2025) pihaknya kembali memperoleh vaksin sebanyak 3.525 dosis vaksin yang dikemas dalam 141 botol. Jumlah tersebut, kata dia, tentu belum ideal dengan populasi sapi di Jember yang mencapai 273 ribu ekor.
Tidak hanya itu, pihaknya menyebut para petugas penyuluh lapangan dinas peternakan di tiap kecamatan juga tidak memperoleh anggaran operasional dari pemerintah. Sehingga para petugas banyak yang menggunakan uang pribadi untuk operasional melayani keluhan masyarakat. Masalah ini, katanya, tidak hanya dialami petugas di Jember, namun juga di banyak daerah.
Lebih lanjut, terkait penutupan pasar hewan, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan kini sedang berkirim surat ke Pemprov Jatim untuk meminta pertimbangan. Menurutnya, penutupan pasar hewan bukan keputusan yang mudah.
Jika tidak ditutup, maka potensi masuknya hewan ternak dari luar kota akan meningkat, sementara jika ditutup juga berdampak pada perekonomian. (Ulil)
