Pengurus Wilayah NU Jawa Timur meminta warganya menjaga netralitas NU dalam pertarungan politik pilpres 9 Juli mendatang.
Hal ini disampaikan Ketua Tandfidiyah PWNU Jatim, KH. Mutawakkil Alallah, di sela-sela silaturahim dan sosilasiasi 4 program prioritasĀ PWNU yang ditempatkan di Ponpes Nuris Antirogo Sumbersari, dengan dihadiri 3 PCNU antara lain, PCNU Jember, Kencong, dan Lumajang.
Kyai Mutawakkil menegaskan, acara silaturahim ini tidak ada kaitannya dengan agenda pilpres, karena pihak PWNU Jawa Timur saat ini sedang menggencarkan sosialisasi 4 gerakan prioritas antara lain, dakwah, keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di seluruh cabang NU di Jawa Timur.
Meski demikian, saat Prosalina FM meminta pandangan soal agenda pilpres, Kyai Mutawakkil menjelaskan seluruh sturkutral NU harus non aktif sementara apabila menjadi tim sukses. Jangan sampai dalam setiap kampanye membawa nama lembaga NU untuk kampanye, karena NU merupakan organisasi masyarakat yang fokus terhadap politik kebangsaan bukan politik praktis.
Lebih jauh, Kyai Mutawakkil berpandangan NU harus mengambil peran strategis untuk menjaga agar tidak terjadi konflik di masyarakat. Lebih-lebih saat ini isu SARA semakin merebak kepada masing-masing capres, yang menjadi indikator kualitas demokrasi kita seakan-akan menurun.
Warga NU harus bisa menjaga hal mendasar dari demokrasi yaitu prosesĀ melahirkan kepemimpinan yang kuat dan dapat menjamin kemaslahatan untuk masyarakat.
Kyai Mutawakkil enggan menyampaikan siapa calon yang akan didukung saat pilpres mendatang. Tetapi Kyai Mutawakkil menghimbau agar warga NU tidak golput dan memilih calon yang dianggap layak memimpin bangsa untuk kebaikan dan kesejathteraan Indonesia ke depan.(Ulung)

