
Jember Hari Ini – Pemilu 2024 menjadi catatan yang mengkhawatirkan bagi banyak Akademisi, salah satunya andang subaharianto, Dosen FIB Universitas Jember (UNEJ). Andang menyampaikan bahwa, meskipun pemilu seharusnya bisa mengurangi praktik politik uang, kenyataannya justru semakin parah.
Pernyataan tersebut diungkapkan dalam acara bedah buku berjudul jalan terjal etika politik, catatan pilu pemilu 2024, karya andang subaharianto, yang digelar di aula dekanat Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jember, pada Kamis (06/02/2025)
Andang menjelaskan bahwa buku ini ditulis untuk menggambarkan pelaksanaan pemilu 2024, yang berisi 70 artikel yang ditulis selama satu setengah tahun, dari Juni 2023 hingga September 2024.
Menurutnya, untuk mencapai pemilu yang berkualitas, indonesia harus melewati jalan yang terjal, mencerminkan kematangan demokrasi bangsa. Namun, ia menyoroti banyak catatan pilu selama pemilu 2024.
Masyarakat berharap pelaksanaan pemilu berjalan dengan baik, dengan praktik politik uang yang bisa ditekan. Namun, kenyataannya, politik uang malah semakin tak terkendali, dengan praktik yang semakin ugal-ugalan.
Dalam pelaksanaan pilpres 2024, andang mengungkapkan bahwa terjadi tarik-menarik yang luar biasa dalam pemilihan Presiden. Ia berharap pemilu dapat berlangsung sebaik mungkin dan seadil-adilnya, namun kenyataannya sejarah justru berjalan dengan cara yang sering kali tidak bisa ditolak oleh rakyat.
Setelah pemaparan tersebut, acara dilanjutkan dengan testimoni dari para tamu undangan mengenai buku edisi terbatas yang tidak diperjualbelikan. (Hafit)
