
Jember Hari Ini – Pascatenaga honorer atau non ASN Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dirumahkan, sampah di pinggir jalan semakin menumpuk dan mengganggu pemandangan. Bahkan, sudah sampai mengeluarkan aroma kurang sedap.
Salah seorang warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Agus Burhansyah, menjelaskan, sepanjang ia bersepeda keliling kota Jember sepekan terakhir sudah terlihat adanya penumpukan sampah.
Saat ini masyarakat sudah merasa dampaknya, tumpukan sampah mulai tak tertangani. Ia berharap kedepan, pemerintah memberikan solusi terkait kekurangan tenaga kebersihan.
Sementara salah seorang tenaga non ASN DLH yang dirumahkan, Adi, mengaku sudah tidak bisa bekerja lagi karena sudah dirumahkan sejak awal Februari lalu. Jumlah tenaga non ASN DLH Pemkab Jember yang dirumahkan cukup banyak, mencapai 335 orang.
Karena kebijakan baru penataan tenaga non ASN, pihaknya untuk sementara waktu menjadi menganggur. Ia berharap ada kebijakan pemerintah pusat yang berpihak kepada tenaga non ASN sehingga bisa kembali bekerja dan mendapatkan honor kembali.
Kepala Dinas DLH Pemkab Jember, Sugiyarto, terpaksa harus membuat skala prioritas dengan kondisi yang ada, dengan memprioritaskan sampah di depo dan TPS melalui tenaga yang tersisa. Namun dampaknya, petugas yang selama ini banyak yang menyapu di jalan dikurangi sehingga ada beberapa ruas jalan yang tidak tersapu.
Sugiyarto juga menyesalkan di tepi jalan banyak ditemukan sampah domestik dari rumah tangga, yang seharusnya itu tidak ada. Akibatnya, di tepi jalan raya menjadi kumuh dan bau karena masyarakat membuang sampah rumah tangga di tepi jalan.
Sugiyarto berharap masyarakat tidak membuang sampah di jalan sehingga jalan Jember tetap bersih dan tidak bau, serta tidak ada tumpukan sampah.
Ia juga berharap ada regulasi untuk mempekerjakan kembali tenaga kebersihan yang dirumahkan. Sebab, petugas DLH saat ini tersisa sebanyak 150 orang. (Hafit)
