
Jember Hari Ini – Puluhan calon jemaah umrah asal Jember gagal berangkat karena diduga menjadi korban penipuan agen travel umrah bodong yang berkantor pusat di Banyuwangi.
Lima perwakilan korban, didampingi kuasa hukum mereka, Nurul Jamal Habaib, telah melaporkan kasus ini ke Mapolres Jember, Kamis (06/03/2025). Saat ini, kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menurut Nurul Jamal, kasus ini bermula ketika Mariya Dewi Susanti (37), salah satu korban, pertama kali bertemu dengan pemilik travel. Travel dengan nama inisial BG tersebut memiliki kantor cabang di Jember. DI kemudian memutuskan bergabung dengan agen travel tersebut.
Selama setahun, ia berinteraksi dengan seorang pria berinisial RH yang mengaku sebagai karyawan travel BG dengan kantor pusat di banyuwangi. RH kemudian mengarahkan mariya untuk datang ke kantor cabang Jember, dimana ia dikenalkan dengan seseorang bernama Eva. Sejak awal 2024, Mariya mulai aktif mengikuti program travel tersebut.
Dalam upaya menarik lebih banyak jamaah, Mariya menawarkan promo perjalanan umrah seharga Rp18 juta untuk 9 hari. Promo ini menarik minat banyak orang, sehingga ia berhasil mengumpulkan 10 calon jemaah dengan jadwal keberangkatan April 2024. Namun, hingga akhir November 2024, tidak ada kejelasan mengenai keberangkatan mereka.
Karena merasa bertanggung jawab kepada jemaahnya yang terus menagih kepastian, Mariya akhirnya memberangkatkan 10 orang tersebut dengan agen travel lain menggunakan dana pribadinya. Untuk menutupi biaya Rp23 juta per orang, ia bahkan harus menjual sawahnya, sehingga mengalami kerugian sebesar Rp230 juta.
Nurul Jamal mengungkapkan bahwa sejauh ini baru lima korban yang melapor, semuanya merupakan koordinator yang masing-masing memiliki 30 hingga 40 anggota. Total kerugian akibat penipuan ini ditaksir mencapai Rp3 miliar.
Ia berharap Polres Jember segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku, mengingat banyak korban yang benar-benar berniat beribadah namun justru mengalami kerugian besar akibat penipuan ini. (Hafit)
