Yayasan IBU Pakusari Tambah Kuota untuk Siswa Kurang Mampu dan Yatim Piatu

Penerimaan siswa baru di SMP IBU Pakusari.

Jember Hari Ini – Ditengah masa libur bersama, tepatnya Senin pagi (09/06/2025) suasana di halaman sekolah ibu pakusari tampak tidak biasa. Puluhan anak dan orang tua datang silih berganti, bukan untuk jalan-jalan atau rekreasi, tapi untuk mendaftarkan diri ke sekolah. Mereka adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu yang hingga kini belum mendapatkan tempat belajar.

Padahal, secara teknis, kuota penerimaan siswa baru di SMP dan SMK IBU Pakusari sebenarnya sudah terpenuhi. Tapi kenyataannya, masih banyak anak yang belum mendaftar. Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari kesulitan ekonomi, harus membantu pekerjaan rumah, menjaga orang tua yang sakit, hingga ikut mencari nafkah dengan menggembala ternak dan mencari rumput.

Melihat kenyataan ini, pihak Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari mengambil langkah. Setelah bermusyawarah dengan dewan guru, mereka memutuskan untuk menambah kuota siswa baru secara khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu.

Menurut Kepala SMP IBU Pakusari, Qurrota A’yun atau yang akrab disapa Neng Uyun, keputusan ini bukan sekadar kebijakan administratif. Ini soal kemanusiaan.

Uniknya, meskipun IBU Pakusari menyediakan fasilitas asrama, para siswa tidak diwajibkan tinggal di pesantren. Justru untuk mempermudah mereka yang harus tetap pulang ke rumah setiap hari, pihak sekolah menyediakan 14 unit bus antar-jemput gratis. Dengan begitu, mereka tetap bisa belajar tanpa harus meninggalkan kewajiban membantu keluarga di rumah.

Ketua Yayasan IBU Pakusari, KH. Muhammad Hafidzi Kholis, juga mendukung penuh penambahan kuota ini. Ia menegaskan bahwa sekolah IBU memang didirikan sebagai sekolah rakyat, tempat anak-anak dari keluarga tak mampu bisa mendapatkan pendidikan secara gratis.

Sebagai informasi, tahun ajaran 2025–2026 ini, IBU Pakusari sebenarnya sudah menyiapkan 30 rombongan belajar (rombel) untuk menampung 1.050 calon siswa. Rinciannya meliputi 20 rombel SMK, 8 rombel SMP, dan 2 rombel MI Bustanul Ulum. Selain kelas reguler, tersedia juga asrama pondok pesantren, serta program tahfidz qur’an untuk yang ingin memperdalam ilmu agama.

Fasilitas yang dimiliki sekolah ini pun cukup lengkap. Berdiri di atas lahan seluas 8,6 hektar, IBU Pakusari memiliki 106 ruang kelas, 10 laboratorium, dan 2 perpustakaan. Yang menarik, ada 18 ruang kelas terapung di atas kolam ikan, khusus untuk siswa SMK kelas 12 yang sudah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Hingga hari ini, proses pembangunan gedung kelas baru masih terus berlangsung di sisi barat area pesantren. Semua ini dilakukan dengan satu tujuan agar tidak ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena lahir dari keluarga yang kurang beruntung. (Adv-Hafit)

Comments are closed.