
Jember Hari Ini – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 (DAOP 9) Jember menggelar edukasi anti kekerasan seksual kepada para mahasiswa dan pelajar di Stasiun Jember pada Rabu (11/06/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mencegah terjadinya kekerasan seksual, baik di lingkungan stasiun maupun di dalam kereta api.
Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan, berdasarkan data internal, pada tahun 2024 tercatat satu kasus kekerasan seksual yang terjadi di wilayah operasional Daop 9. Kasus tersebut telah dilaporkan dan ditangani oleh pihak kepolisian. Selain itu, pelaku telah dimasukkan ke dalam daftar hitam, sehingga tidak lagi dapat menggunakan layanan transportasi kereta api.
Sementara itu, sejak Januari hingga Juni 2025, PT KAI Daop 9 tidak mencatat adanya kasus serupa. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Beberapa langkah yang diambil antara lain adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di stasiun dan di dalam kereta, serta kesiapsiagaan Petugas Keamanan Kereta Api (Polsuska) dalam melakukan pengamanan. Selain itu, PT KAI juga menambahkan fitur baru pada aplikasi KAI Access yang memungkinkan penumpang perempuan memilih tempat duduk berdampingan dengan penumpang perempuan lainnya.
Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi inisiatif PT KAI DAOP 9 Jember. Djoko berharap, pelayanan publik yang ramah perempuan dapat semakin meluas di Kabupaten Jember dan menjadi contoh bagi instansi lainnya. (Rusdi)
