Dinkes Catat Angka Ortu Tolak Anaknya Divaksin DPT di Jember Tertinggi di Jatim

Data situasi stunting di Jember.

Jember Hari Ini – Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mencatat, sejak Januari hingga Mei 2025, capaian vaksinasi balita usia 0 hingga 11 bulan belum mencapai target. Salah satu yang paling mencolok adalah rendahnya cakupan vaksin DPT, dimana tercatat masih ada sekitar 11.400 anak yang belum mendapatkan vaksin tersebut.

Vaksin DPT sangat penting karena berfungsi untuk melindungi anak dari tiga penyakit serius, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.

Secara umum, cakupan imunisasi dasar lengkap untuk bayi usia 0–11 bulan baru mencapai 27,25 persen dari target sebesar 33,58 persen. Untuk vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) yang berfungsi mencegah pneumonia, baru mencapai 21 persen. Sementara itu, cakupan vaksin RV (rotavirus) sebagai pencegahan diare pada anak hingga usia enam bulan baru berada pada angka 16,09 persen.

Rendahnya cakupan vaksin DPT di Jember dipengaruhi oleh penolakan sebagian orang tua terhadap imunisasi. Penolakan tersebut disebabkan oleh kekhawatiran akan efek samping, seperti demam dan rewel setelah imunisasi. Akibatnya, angka penolakan imunisasi DPT di Kabupaten Jember menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan orang tua, agar cakupan imunisasi bisa meningkat secara merata. (Ulil)

Comments are closed.