
Jember Hari Ini – Universitas Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), memutuskan untuk menarik seluruh mahasiswanya yang turut serta dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang, pada Sabtu (09/08/2025) lalu.
Kendati demikian, mereka yang memiliki hubungan baik dengan pemerintah desa setempat, diperbolehkan melanjutkan dengan cara-cara khusus.
Kepala LP2M, Profesor Yuli Witono, Selasa (12/08/2025) mengatakan, total mahasiswa KKN kolaboratif yang diterjunkan di 102 desa di Kabupaten Lumajang sebanyak 1.307 mahasiswa. Mereka berasal dari UNEJ sebanyak 1.070 dan sisanya berasal dari perguruan tinggi lain di Jember. Para mahasiswa telah melaksanakan KKN sejak awal Juli dan rencananya baru akan ditarik pada tanggal (20/08/2025) mendatang.
Namun, sebelum mereka menyelesaikan KKN, ternyata terjadi pencurian kendaraan bermotor yang menimpa mahasiswa peserta KKN kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang.
Kejadian pertama menimpa dua mahasiswa yang terjun di Desa Alun-Alun Kecamatan Ranuyoso dan kejadian yang menimpa satu mahasiswa di Desa Tempeh.
Atas kejadian itu, LP2M langsung berkoordinasi dengan Pemkab Lumajang dan pihak terkait lainnya. Namun, dari koordinasi tersebut pihaknya belum mendapatkan jaminan keamanan. Padahal, ribuan mahasiswa diterjunkan ke Lumajang atas permintaan Pemkab Lumajang.
Karena itu, LP2M selaku penanggung jawab KKN kolaboratif di Kabupaten Lumajang akhirnya memutuskan menarik seluruh mahasiswa KKN di Lumajang. Kendati demikian, mereka yang memiliki hubungan baik dengan pemerintah desa bisa melanjutkan dengan cara tertentu.
Sedangkan untuk nilai KKN mahasiswa, LP2M telah menyiapkan instrumen penilaian khusus, sehingga mereka tetap mendapatkan nilai KKN. (Rusdi)
