Webinar Cerdas Digital, Radio Dinilai Punya Peran Signifikan Menyaring Informasi Gaduh

Webinar Cerdas Digital.

Jember Hari Ini – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, menggelar Webinar Cerdas Digital, Manajemen Komunikasi Publik Batch 10, dengan Tema Peran Lembaga Penyiaran sebagai Media Diseminasi Informasi Positif, dalam situasi krisis, Kamis (04/09/2025).

Dalam Webbinar tersebut, seluruh lembaga penyiaran Televisi dan Radio di Jawa Timur diundang untuk berdiskusi bersama, bagaimana sebagai media, menghadapi situasi nasional akhir-akhir ini, terkait banyaknya aksi demonstrasi akibat kekecewaan publik.

Salah satunya, bagaimana media menghadapi realitas banyaknya aksi perusakan fasilitas umum, Kantor Pemerintahan, Gedung DPRD hingga penjarahan.

Konsultan komunikasi dari Briefer, Arief Bungaran Sitohang, dalam pemaparan materinya menyebut, di tengah situasi yang kacau, dia menilai, media mainstream jangan sampai terjebak ke dalam isu yang provokatif, tanpa verifikasi informasi yang ketat.

Di sisi lain, media khususnya radio, diharapkan bisa menghadirkan sisi optimisme di tengah kegaduhan di sejumlah daerah.

Dia menilai, radio memiliki jaringan di bawah atau masyarakat akar rumput. Jika muncul hoaks di tengah situasi demonstrasi, radio diharapkan bisa mengambil peran untuk menelusuri dan meluruskan informasi tersebut.

Untuk itu, untuk menghadapi kompleksitas kualitas informasi di media sosial, radio juga harus adaptif untuk memiliki tim cek fakta.

Apalagi, saat ini banyak konten di media sosial yang berpotensi memicu kemarahan publik, seperti hasil dari rekayasa AI. Untuk itu, radio punya peran untuk meluruskan informasi hoaks tersebut dan mengembalikan kepercayaan publik agar tidak mudah percaya pada isu di media sosial, dan bijak menyebarkan informasi.

Dalam Webbinar ini, para narasumber juga mengajak media mainstream tidak melanggar kode etik, seperti tidak cover bodsite. Apalagi hanya menarasikan ulang konten yang sudah beredar di media sosial, tanpa melakukakan verifikasi lebih lanjut.

Maka, di tengah situasi yang rentan memicu kericuhan, media harus bisa mengemas dengan lebih objektif, tanpa ada unsur provokatif. (Ulil)

Comments are closed.