Lagi, Pegiat Lingkungan Jember Temukan Penyu Mati Dengan Kondisi Tempurung Retak

Lagi, Pegiat Lingkungan Jember Temukan Penyu.

Jember Hari Ini – Pegiat lingkungan sekaligus penyuluh lingkungan hidup dlh Jember, Nurul Hidayah kembali menemukan penyu jenis lekang yang mati dalam kondisi bagian tempurung retak. Hewan lindung tersebut ditemukan terdampar di pesisir Pantai Gethem, Desa Mojomulyo, Puger.

Nurul kepada Prosalina, Sabtu 27 September, menceritakan, kondisi tempurung penyu yang pecah diduga kuat akibat hantaman benda keras, sekitar awal pekan ini. Dia pun berupaya bertanya kepada para nelayan sekitar, untuk mencari tahu penyebabnya.

Sebab pada Tahun 2018 lalu, dia juga pernah menemukan penyu yang mati dengan kondisi yang sama, yakni tempurungnya pecah.

Berdasarkan informasi dari nelayan, penyu-penyu tersebut seringkali terperangkap ke dalam jaring ikan nelayan. Khawatir membuat jaring rusak, nelayan kemudian menghantam penyu dengan benda keras.

Persinggungan nelayan dengan penyu, kata dia memang sering terjadi karena kawasan selatan Pulau Nusa Barong memang menjadi jalur migrasi penyu untuk bertelur.

Untuk itu, Nurul berharap agar nelayan tidak lagi membunuh penyu, cukup dengan melepaskan jika terjerat jaring, tanpa melukai.

Seperti diketahui, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, semua jenis penyu yang ada di Indonesia terdaftar sebagai spesies yang dilindungi. Mulai dari penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, belimbing dan lainnya. (Ulil)

Comments are closed.