Ojk Soroti Meningkatnya Minat Investasi Pasar Modal Ditengah Rendahnya Literas

Ojk Soroti Meningkatnya Minat Investasi.

Jember Hari Ini – Kepala eksekutif pengawas pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi mengungkapkan, tingkat literasi pasar modal di Indonesia tahun 2025 masih berada pada angka 17,78%.

Sementara tingkat inklusi keuangan pasar modal, hanya 1,34%, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (Snlik) 2025.

Angka ini, kata Inarno, menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap instrumen pasar modal. Padahal, pasar modal berperan penting dalam pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini disampaikan inarno dalam kuliah umum yang dihadiri ratusan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jember, Selasa 14 Oktober 2024.

Kendati capaian literasi rendah, ia menyoroti terjadinya peningkatan jumlah investor pasar modal di indonesia. Pada tahun 2025, pertumbuhan investor pasar modal mencapai 24,06% dengan penambahan 2,7 juta investor baru.

Data ksei mencatat, sebanyak 113 ribu Single Investor Identification (Sid) berasal dari Kabupaten Jember, menjadikan Jawa Timur salah satu wilayah dengan pertumbuhan investor tertinggi.

Untuk itu, agar tidak salah sasaran, dia mengingatkan pentingnya generasi muda mempelajari dan memahami apa itu pasar modal.

Inarno juga mengingatkan agar generasi mudah seperti mahasiswa, berhati-hati terhadap investasi ilegal dan memahami prinsip legal dan logis, sebelum memilih produk keuangan.

Ia menegaskan pentingnya memastikan setiap produk memiliki izin dari otoritas berwenang, serta memahami risiko dan manfaat yang ditawarkan.  (Ulil)

Comments are closed.