
Jember Hari Ini – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar kegiatan Refleksi Kinerja Terpadu Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) Tahun 2025 di Kantor Kecamatan Jenggawah, Rabu 6 November 2025.
Kepala DP3AKB Jember, Mohammad Djamil mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mengevaluasi pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting di tingkat kecamatan dan desa.
Refleksi di Kecamatan Jenggawah dihadiri oleh unsur TPPPS Kabupaten Jember, meliputi DP3AKB sebagai penyelenggara utama, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), TP PKK Kabupaten Jember, Forum Puspa, serta Tenaga Pendamping Profesional Desa. Turut hadir perangkat kecamatan, kepala desa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu dari berbagai desa di wilayah Jenggawah.
Berdasarkan hasil evaluasi, Kecamatan Jenggawah mencatat penurunan signifikan pada angka underweight (BB/U) dari 11,12% pada 2024 menjadi 5,26% pada September 2025, yang berarti target prevalensi tahun 2025 telah tercapai lebih awal. Selain itu, sekitar 80% masyarakat Jenggawah tercatat aktif membawa balita ke posyandu dan puskesmas, memenuhi target kunjungan pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan.
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak turut mendukung penurunan angka stunting di wilayah tersebut. DP3AKB menegaskan bahwa kegiatan refleksi terpadu menjadi sarana penting untuk menilai efektivitas program dan menentukan langkah strategis selanjutnya di setiap kecamatan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi bayi stunting di Kecamatan Jenggawah menurun sekitar 18,8% sejak tahun 2024 hingga September 2025. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antarlembaga guna mencapai target “Jember Bebas Balita Stunting 2025”, menuju terwujudnya generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas. (Ulil)
