
Jember Hari Ini – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan menolak adanya daging impor di Jawa Timur. Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansah, saat meninjau Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan di City Forest, Kecamatan Sumbersari, Senin (24/11/2025).
Menurut Khofifah, saat ini kebutuhan daging nasional masih bergantung pada impor sekitar 58 persen. Meski demikian, Jawa Timur disebut berkontribusi paling besar pada produksi susu nasional, yakni sekitar 62 persen.
Khofifah menyebut, populasi sapi potong di Jawa Timur saat ini mencapai lebih dari 3,1 juta ekor. Dengan populasi tersebut Jawa Timur sudah berada dalam kondisi surplus daging. Karena itu, Khofifah menyampaikan kepada Pemerintah Pusat agar daging impor yang didatangkan dari India dan Australia tidak didistribusikan di Jawa Timur.
Khofifah menilai, distribusi daging impor di Jawa Timur berpotensi mengganggu produktivitas dan keberlanjutan usaha para peternak lokal. Kendati demikian, Khofifah menegaskan pihaknya tidak menolak impor daging secara nasional. Sebab, harus diakui indonesia saat ini belum swasembada daging. (Rusdi)
