Realisasi Program Optimasi Lahan di Jember Capai 72 Persen

Mochamad Sigit Boedi Ismoehartono.

Jember Hari Ini – Realisasi Program Optimasi Lahan atau oplah tahun 2025 hingga November 2025 telah mencapai sekitar 70 hingga 72 persen. Tingginya manfaat program, membuat usulan optimasi lahan untuk tahun 2026 mendatang melonjak hingga 11 ribu hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Mochamad Sigit Boedi Ismoehartono, Kamis (27/11/2025) mengatakan, dalam Program Optimasi Lahan, petani penerima manfaat memperoleh bantuan pupuk Urea nonsubsidi sebanyak 30 kilogram per hektare serta biaya olah lahan untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen.

Selain bantuan fisik, petani juga mendapatkan pendampingan teknis intensif dari penyuluh pertanian lapangan dan petugas teknis, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi hasil.

Tahun 2025, Kabupaten Jember mendapat alokasi optimasi lahan seluas 4.410 hektare dengan total penerima sebanyak 107 kelompok tani. Program ini mencakup sejumlah kegiatan konstruksi seperti pembuatan pelengsengan, saluran irigasi, sumur dalam, normalisasi saluran dangkal, hingga eksplorasi sumber air baru untuk meningkatkan indeks pertanaman atau ip.

Sigit mengklaim Program Oplah mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para petani. Bahkan, usulan optimasi lahan untuk tahun 2026 mendatang melonjak hingga 11 ribu hektare. Namun, Jember hanya mendapat perkiraan kuota sekitar 5.000 hektare. Sedangkan sisanya direncanakan dialokasikan untuk program tahun 2027.

Sigit berharap Program Oplah mampu meningkatkan indeks pertanaman dari satu menjadi dua, bahkan tiga, sehingga petani bisa menanam padi dua hingga tiga kali dalam setahun. (Rusdi)

Comments are closed.