SPPG di Patrang Bantah Isu Pemakaian LPG Subsidi untuk Program MBG

Widi Prasetyo.

Jember Hari Ini –  Ketua Yayasan Taman Pendidikan dan Asuhan (TPA) Kabupaten Jember, Widi Prasetyo, menegaskan bahwa seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibawah yayasannya tidak menggunakan LPG 3 kilogram bersubsidi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Demikian disampaikan Widi, menanggapi informasi yang menyebut adanya distribusi LPG 3 kilogram ke dapur MBG, Jumat (28/11/2025).

Widi mengatakan, sejak awal berdiri hingga saat ini, TPA bersama masyarakat telah mendirikan 10 SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember. Seluruh SPPG dibawah naungan TPA tidak ada satupun yang menggunakan tabung gas LPG subsidi.

Dia menyebut, seluruh SPPG sejak awal memakai LPG non subsidi berkapasitas 50 kilogram untuk memasak, serta tabung 12 kilogram untuk pengering ompreng. Setiap dapur disiapkan enam tabung besar, dengan kebutuhan rata-rata tiga tabung dalam satu kali memasak.

Terkait ketersediaan LPG menjelang Natal dan Tahun Baru, Widi memastikan tidak ada kekhawatiran. Menurutnya, penggunaan LPG 50 kilogram berada pada segmen yang berbeda dari LPG subsidi, sehingga tidak mengganggu pasokan masyarakat.

Widi menambahkan, pihak yayasan sudah berkoordinasi dengan agen LPG di Jember jauh sebelum program berjalan. Tak hanya itu, pihak Pertamina disebut telah menyiapkan suplai sesuai kebutuhan program pemerintah tersebut, sehingga tidak mengganggu pasokan gas LPG non subsidi di lapangan.

Sebelumnya, Erliyanto, seorang pengecer gas LPG 3 kg di Pasar Gebang menyebut ada pembatasan stok dari agen. Erliyanto mendengar isu di kalangan Masyarakat bahwa pengurangan jatah tersebut berkaitan dengan program MBG. (Rusdi)

Comments are closed.