BPS Jember Catat Inflasi Desember 5 Tahun Terakhir, Cabai Rawit Jadi Pemicu

Data inflasi Jember.

Jember Hari Ini – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember mencatat pola menarik terkait perkembangan inflasi pada bulan Desember dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Sejumlah komoditas pangan, khususnya cabai rawit, tercatat secara konsisten menjadi penyumbang utama inflasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jember, Muhamad Suharsa, mengungkapkan, selama periode Desember 2021 hingga 2025, cabai rawit selalu muncul sebagai komoditas dengan andil inflasi tertinggi. Selain cabai rawit, komoditas lain yang kerap berkontribusi terhadap inflasi di bulan Desember antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, emas perhiasan, minyak goreng, dan cabai merah.

Menurutnya, ini menjadi catatan penting pemerintah dan para pelaku ekonomi selama lima tahun terakhir, cabai rawit selalu menjadi pendorong inflasi tertinggi di bulan Desember. Begitu juga telur ayam ras. 

Suharsa menjelaskan, tingginya andil cabai rawit setiap Desember perlu diantisipasi lebih dini. Menurutnya, peningkatan permintaan dan gangguan pasokan yang kerap terjadi menjelang akhir tahun seharusnya bisa dikelola agar tidak terus berulang pada tahun-tahun berikutnya.

Selain komoditas pangan, BPS Jember juga mencatat adanya kenaikan harga pada sektor transportasi selama momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kenaikan tarif transportasi darat serta dibukanya kembali jalur penerbangan dari jember menuju jakarta dan denpasar turut mendorong kenaikan harga, meskipun andilnya terhadap inflasi umum, relatif kecil.  

BPS Jember juga mencatat, secara Year-On-Year (Y-On-Y) pada Desember 2025, penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan emas perhiasan sebagai komoditas dominan. Emas perhiasan memberikan andil inflasi sebesar 0,91 persen, dengan tingkat inflasi mencapai 67,54 persen.

Selain emas perhiasan, komoditas lain yang turut menyumbang inflasi Y-On-Y adalah cabai rawit dengan andil 0,31 persen, daging ayam ras sebesar 0,23 persen, beras sebesar 0,15 persen, serta bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,11 persen.

Jika dibandingkan dengan kabupaten-kota lain di Jawa Timur, inflasi tahunan Jember berada di atas Kota Madiun yang mencatat inflasi 2,75 persen. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Gresik sebesar 2,44 persen, dan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep dengan angka 3,75 persen. (Ulil)

Comments are closed.