
Jember Hari Ini – BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang–lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.
Seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia, dan diperkirakan adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan MJO.
Atas kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan seluruh pihak, menyampaikan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana. Tidak hanya BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI) Jember juga menyatakan siaga penuh bagi seluruh personel relawannya.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi seiring dengan masuknya puncak musim hujan pada Januari 2026.
Kesiapsiagaan tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, pada Senin (12/01/2026), menekankan bulan Januari merupakan periode krusial karena intensitas hujan diprediksi mencapai puncaknya. Beberapa poin utama dalam siaga bencana kali ini meliputi kesiapsiagaan relawan, mulai dari KSR hingga TSR, diminta tetap standby dan siap diterjunkan sewaktu-waktu.
Kemudian, pemetaan wilayah rawan, terutama titik rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Kabupaten Jember. Dilanjutkan pengecekan logistik untuk memastikan armada ambulans, peralatan evakuasi, hingga stok bantuan darurat dalam kondisi siap.
Ketua PMI Jember, Zainollah, melalui Sekretaris PMI Jember, Ghufron Evyan Efendi, menyampaikan, profesionalisme dan kecepatan respons adalah kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana bagi masyarakat. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait guna menjamin keselamatan warga Jember selama cuaca ekstrem berlangsung. (Ulil)
