Potensi Perikanan dan Kelautan di Jember, Belum Tergarap Maksimal

newsPotensi perikanan dan kelautan di Kabupaten Jember belum tergarap dengan baik. Demikian diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Jember, Anang Murwanto, usai melakukan studi banding ke Kabupaten Jembrana dan pemkot Denpasar Bali.

Anang menjelaskan, Kabupaten Jembrana yang memiliki topografi hampir sama dengan Kabupaten Jember, dinilai sebagai kabupaten yang telah melakukan optimalisasi potensi perikanan dan kelautan. Bahkan, Kabupaten Jembrana telah berkoordinasi dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan, untuk meningkatkan status pelabuhannya. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Anang menegaskan, optimaslisasi potensi perikanan di Puger masih terkendala berbagai hal. Pelabuhan Puger belum bisa dimasuki oleh kapal yang bertonase besar karena pendangkalan di pintu Plawangan. Selain itu karena pasang surut air laut Puger. Saat ini hanya perahu kecil yang bisa bersandar di pelabuhan Puger. Tentunya kondisi seperti ini berakibat pada jenis dan jumlah tangkapan ikan.

Menurut Anang, realisasi optimalisasi perikanan dan kelautan Jember, masih perlu perhatian pemerintah Kabupaten Jember. Meski saat ini pengelolaan TPI masih berada dibawah kewenangan Pemprov Jatim, namun pemerintahan presiden SBY melalui kementerian terkait sudah merealisasikan optimaslisasi dengan mengucurkan anggaran Rp 8 miliar, menyusul kunjungan ke Puger beberapa waktu yang lalu. Saat ini proyek pengerukan dan perbaikan break water Plawangan Puger masih dalam proses pengerjaan. (Hafit)

Comments are closed.