
Jember Hari Ini – Kenaikan harga kedelai berdampak langsung pada pengrajin tempe di Kabupaten Jember. Salah satunya dirasakan Mariono, pengusaha tempe asal Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.
Mariono menyampaikan, harga kedelai sebagai bahan baku utama tempe terus mengalami kenaikan sejak sebelum tahun baru. Saat ini, harga kedelai berada di kisaran Rp9.500 per kilogram, naik dari sebelumnya yang masih berada di angka Rp8.500 hingga Rp9.000 per kilogram. Kondisi tersebut dinilai jauh lebih mahal dibandingkan sebelum masa pandemi, ketika harga kedelai masih berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram.
Akibat kenaikan harga bahan baku, Mariono mengaku harus menyesuaikan usahanya. Produksi tempe yang sebelumnya mencapai sekitar 1,8 kuintal per hari, kini dikurangi menjadi hanya 1 kuintal per hari. Selain itu, jumlah tenaga kerja juga dikurangi, sehingga proses produksi saat ini dikerjakan sendiri.
Meski harga kedelai terus naik, harga jual tempe masih dipertahankan di angka Rp5.000 per papan dan belum mengalami kenaikan sejak masa pandemi Covid-19. Untuk menyiasati kenaikan biaya produksi, pengurangan dilakukan pada takaran, yakni sekitar satu ons per kilogram bahan baku, sementara ukuran tempe tetap terlihat normal. (Rusdi)
