Angin Kencang Terjang 3 Desa Di Ledokombo, Satu Warga Meninggal Dunia

Pohon tumbang di wilayah Kecamatan Ledokombo.

Jember Hari Ini – Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Ledokombo selama dua hari berturut-turut mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta kerusakan sejumlah fasilitas umum. Menyikapi kejadian tersebut, Camat Ledokombo, Nino Eka Putra, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya pohon tumbang.

Nino meminta para kepala desa agar segera melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon tinggi yang dinilai rawan roboh, sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya korban jiwa.

Ia menjelaskan, peristiwa angin kencang terjadi pada Sabtu dan Minggu, 24–25 Januari 2026, yang berdampak di beberapa desa. Salah satu kejadian fatal terjadi di kawasan hutan lindung petak 110 RPH Slateng, Kecamatan Ledokombo. Sebuah pohon tumbang menimpa seorang petani bernama M. Kholil (56), warga Desa Sumberbulus, hingga meninggal dunia di tempat kejadian pada Sabtu 24 januari 2026.

Selain itu, insiden pohon tumbang juga terjadi di jalan raya Desa Suren. Pohon yang roboh menimpa seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas, mengakibatkan korban pingsan dan mengalami luka ringan. Sementara kejadian lainnya di Desa Sumberbulus menyebabkan kerusakan ringan pada sebuah fasilitas layanan kesehatan tanpa menimbulkan korban jiwa. Pascakejadian, pihaknya bersama BPBD dan relawan langsung melakukan evakuasi pohon tumbang di sejumlah titik.

Sebagai upaya pencegahan lanjutan, pihak Kecamatan Ledokombo juga melakukan pemotongan empat pohon berukuran besar di sepanjang jalan raya Desa Suren pada Senin pagi (26/01/2026) guna mengantisipasi kejadian serupa.

BPBD Jember mencatat, angin kencang terjadi di sejumlah wilayah seperti Wuluhan, Ledokombo, Balung, Silo, dan Tanggul. Dari 5 kecamatan tersebut, 9 desa terdampak dengan total korban luka 8 orang dan satu meninggal. Kemudian rumah rusak berat 1 dan rusak ringan 5 unit. (Hafit)

Comments are closed.