BPBD Jember Ungkap Drainase Tersumbat Jadi Pemicu Banjir di Kota

Petugas BPBD Jember saat mengurai aliran air yang tersumbat di daerah kota.

Jember Hari Ini – Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember pada Rabu sore hingga malam (28) Januari 2026,  menyebabkan banjir luapan di sejumlah titik kawasan perkotaan. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Jember mencatat sedikitnya tiga kecamatan dan enam kelurahan terdampak, dengan total 16 titik banjir.

Rinciannya, Kecamatan Sumbersari sebanyak 9 titik, Kecamatan Patrang 5 titik, dan Kecamatan Kaliwates 2 titik. Akibat bencana tersebut, sedikitnya ada sekitar 190 kepala keluarga yang terdampak di 3 kecamatan tersebut.

Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, kepada Prosalina menjelaskan, hujan deras terjadi sejak sekitar pukul 15.30 WIB hingga 19.30 WIB, meski kemudian masih disertai gerimis. Kondisi tersebut memicu luapan air di sejumlah wilayah kota.

Menurutnya, wilayah terdampak didominasi kawasan perkotaan. Sementara di luar kota, BPBD hanya menerima laporan kejadian longsor di Kecamatan Arjasa serta longsoran di kawasan Baratan.

Edi menyebut, banjir yang terjadi bersifat cepat surut. Sekitar pukul 19.30 WIB, hampir seluruh genangan air mulai surut dan hingga malam hari kondisinya dinyatakan aman.

Terkait kondisi sungai, Edi mengatakan BPBD terus melakukan pemantauan, terutama pada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang bermuara ke wilayah kota. Ia mengacu pada rilis BMKG yang menyebutkan curah hujan di Jember masih berpotensi tinggi hingga 31 Januari mendatang.

Ia menambahkan, banjir di kawasan kampus dan permukiman kota sebagian besar disebabkan oleh sistem drainase yang tidak optimal, termasuk banyaknya saluran air yang tersumbat sampah. Tim BPBD juga membantu warga membersihkan selokan karena banyak sampah yang menghambat aliran air sehingga memicu banjir luapan.  

BPBD Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, sekaligus mengajak warga berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase, guna meminimalkan risiko banjir di wilayah perkotaan. (AJA-Ulil)

Comments are closed.