Karena Masih Hujan, Petani Undur Masa Tanam Tembakau Hingga Juli

KA DISHUTBUN MASKUR

Kadishutbun Pemkab Jember, Maskur, usai rapat dengar pendapat bersama Komisi B DPRD Jember.

Rencana petani menanam tembakau di Jember, mundur hingga bulan Juli. Demikian dipaparkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Maskur, usai rapat dengar pendapat bersama Dinas Pertanian dan Komisi B DPRD Jember, Senin siang.

Menurut Maskur, hingga saat ini luas lahan tembakau di Kabupaten Jember mencapai 6.400 hektar. Padahal, lahan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan produsen rokok sekitar 13 ribu hektar. Menurut Masykur, banyak petani yang enggan menanam tembakau karena masih khawatir turun hujan saat tembakau di tanam. Mereka  mengantisipasi dengan tanam agak mundur, karena hingga saat ini masih turun hujan.

Maskur menambahkan, kebutuhan produsen untuk semua jenis tembakau tahun ini diperkirakan 25 ribu ton setara dengan luas areal 13.700 hektar. Sedikitnya sudah ada 22 gudang yang sudah siap membeli tembakau petani di Kabupaten Jember. Pihaknya sudah mensosialisasikan rencana kebutuhan tembakau tersebut, supaya produksi tembakau tidak melampaui kebutuhan pabrikan.

Ketua Komisi B, Anang Murwanto menjelaskan, para petani harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah agar saat masa tanam nanti mereka tidak kekurangan pupuk. Menurut Anang, luasan lahan tanaman akan berpengaruh pada kebutuhan pupuk. Ia berharap ada pengaturan dan penghematan. (Hafit)

Comments are closed.