Kasus DBD Kembali Muncul di Jember, Warga Sukorambi Dilaporkan Meninggal Dunia

Ilustrasi

Jember Hari Ini – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merebak di Kabupaten Jember. Setelah sebelumnya menyerang belasan warga di Desa Selodakon Kecamatan Tanggul, kini penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti itu dilaporkan muncul di Kecamatan Sukorambi. Seorang warga bahkan dilaporkan meninggal dunia diduga akibat DBD.

Informasi tersebut disampaikan anggota Komisi D DPRD Jember, Alfian Andri Wijaya, Senin (15/06/2026). Politisi Partai Gerindra itu mengaku menerima laporan meninggalnya seorang warga Kecamatan Sukorambi bernama Siti Karimah yang diduga terjangkit DBD.

Alfian mengatakan, dirinya telah mendatangi rumah duka untuk bertakziah pada hari ketujuh meninggalnya almarhumah, Jumat lalu. Dari keterangan keluarga, korban meninggal dunia setelah terserang DBD.

Menurut Alfian, kondisi musim peralihan dari penghujan ke kemarau berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit tersebut. Genangan air dan lingkungan yang kurang bersih menjadi tempat ideal berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti.

Karena itu, ia meminta instansi terkait segera melakukan langkah antisipasi di wilayah terdampak. Menurutnya, penanganan DBD tidak cukup hanya mengandalkan fogging, tetapi harus dibarengi dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkelanjutan.

Alfian menegaskan, tanpa PSN, nyamuk yang tidak mati saat fogging akan tetap berkembang biak di lingkungan sekitar. Bahkan, penggunaan fogging secara berulang tanpa diikuti pemberantasan sarang nyamuk berpotensi menyebabkan nyamuk menjadi kebal atau resisten terhadap insektisida.

Sebelumnya, sebanyak 12 warga Dusun Tegal Paron RT 02 RW 08 Desa Selodakon Kecamatan Tanggul dilaporkan terjangkit DBD. Menyikapi kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mengerahkan delapan personel untuk melakukan fogging dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak pada Jumat pagi, 5 Juni 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 50 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa, serta didukung perangkat desa, petugas puskesmas, kader posyandu, dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menjelaskan fogging yang dilakukan saat itu merupakan pelaksanaan ketiga atas permintaan warga. Sebelumnya, petugas puskesmas telah dua kali melakukan fogging di lokasi yang sama. Namun jumlah warga yang terjangkit DBD justru bertambah sehingga diperlukan langkah pengendalian yang lebih menyeluruh melalui pemberantasan sarang nyamuk dan peningkatan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. (Hafit)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*