Jember Hari Ini – Penyaluran Kredit Perbankan Kepada Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah kerja OJK Jember yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang mengalami penurunan.
Hingga April 2026, nilai kredit UMKM tercatat sebesar Rp26,40 triliun atau turun 2,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp27,13 triliun.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman, mengatakan, meski secara tahunan mengalami kontraksi, sektor UMKM masih menjadi salah satu fokus utama pembiayaan perbankan. Hal itu terlihat dari porsi kredit UMKM yang masih menyumbang lebih dari 40 persen terhadap total penyaluran kredit bank umum di wilayah Sekarkijang.
Aris menjelaskan, di Kabupaten Jember porsi kredit yang disalurkan kepada sektor non-UMKM mencapai 60,6 persen. Sementara kredit untuk usaha mikro sebesar 19,7 persen, usaha kecil 13,5 persen, dan usaha menengah 6,2 persen.
Dibanding daerah lain, porsi kredit UMKM di Jember masih berada dibawah Bondowoso yang memiliki penyaluran lebih besar ke sektor UMKM, namun relatif sebanding dengan Banyuwangi.
Menurut Aris, perlambatan penyaluran kredit UMKM perlu menjadi perhatian bersama karena sektor tersebut merupakan penggerak utama perekonomian daerah. Penurunan kredit dapat mencerminkan melambatnya permintaan pembiayaan dari pelaku usaha maupun meningkatnya kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit di tengah dinamika ekonomi.
Lebih jauh Aris memastikan pihaknya akan terus mendorong perbankan menjaga keseimbangan antara prinsip kehati-hatian dan dukungan terhadap pembiayaan UMKM. Hal itu dilakukan agar sektor usaha produktif tetap mampu tumbuh dan menopang perekonomian di Wilayah Sekarkijang. (Rusdi)

