BPBD Jember Salurkan 9.000 Liter Air Bersih ke Sumberpinang, 125 KK Terdampak Kekeringan

Tim BPBD Jember saat menyalurkan air bersih ke warga terdampak kekeringan.

Jember Hari Ini – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Sebanyak 9.000 liter air bersih didistribusikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Kamis (02/07/2026), menyusul ditetapkannya status siaga darurat bencana kekeringan.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan, distribusi air bersih berlangsung mulai pukul 10.00 wib hingga 12.30 wib. Bantuan tersebut diberikan setelah hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD pada Rabu (1/07/2026) menunjukkan sedikitnya sekitar 125 kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Berdasarkan hasil pendataan, warga terdampak tersebar di RT 02 RW 13 sebanyak sekitar 45 kepala keluarga dari total 80 Kepala Keluarga, serta RT 03 RW 13 sebanyak sekitar 80 kepala keluarga dari total 100 kepala keluarga.

Edy menjelaskan, kekeringan terjadi karena sebagian besar sumur milik warga mengalami penyusutan debit, bahkan ada yang hanya mengeluarkan air keruh bercampur lumpur.

Sementara sumur bor terdekat yang berjarak sekitar 600 meter belum dapat dimanfaatkan karena masih terkendala pemasangan meteran listrik dan jaringan pipa.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD dan PMI mendistribusikan 20 jerigen berkapasitas 20 liter, tiga tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter, serta total 9.000 liter air bersih. Dari jumlah tersebut, BPBD menyuplai 5.000 liter, sedangkan PMI menyalurkan 4.000 liter.

Menurut Edy, penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat keputusan Bupati Jember tentang status siaga darurat bencana kekeringan, serta surat permohonan bantuan dari Pemerintah Desa Sumberpinang.

BPBD Kabupaten Jember juga merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali selama musim kemarau masih berlangsung. Penyaluran akan difokuskan ke empat tandon air berkapasitas 1.200 liter yang berada di lokasi terdampak, terdiri atas tiga tandon milik BPBD dan satu tandon milik warga.

BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama masa siaga darurat kekeringan. (Hafit)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*