Atasi Kemiskinan Ekstrem, Bupati Jember Ajak Seluruh Stakeholder Bersinergi

Talkshow “Wajah Kemiskinan Ekstrem di Lahan Produktif, Tanggung Jawab Siapa?”

Jember Hari Ini – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember. Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Ajakan tersebut disampaikan dalam diskusi Kompascom Talks bertema “Wajah Kemiskinan Ekstrem di Lahan Produktif, Tanggung Jawab Siapa?” yang digelar di Aula Soedjarwo Universitas Jember, Senin (13/04/2026). Hadir dalam forum itu perwakilan Perhutani, PTPN, ATR/BPN, DPRD Jember, akademisi, Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Jember.

Guru Besar Universitas Jember, Ahmad Zaenuri, menilai seluruh pemangku kepentingan sebenarnya memiliki visi yang sama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Namun, program yang dijalankan masih berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, ia mendorong penyatuan data masyarakat miskin ekstrem agar berbagai program pemerintah dapat saling mendukung dan lebih tepat sasaran.

Selain bantuan sosial, Ahmad Zaenuri juga menilai penanganan kemiskinan harus diarahkan pada program produktif. Diantaranya melalui pemanfaatan lahan tidur di kawasan hutan, perkebunan, maupun pesisir agar masyarakat memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Muhammad Fawait mengatakan Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. Selain bantuan sosial, Pemkab juga mendorong pemberian hak kelola lahan produktif bagi keluarga miskin ekstrem, disertai bantuan bibit pertanian, sehingga dalam satu hingga dua tahun diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.

Bupati juga menyebut Kementerian Kehutanan telah menyiapkan lebih dari 38 hektare lahan dalam program Hutan Sosial di Jember. Menurutnya, jika lahan tersebut diberikan kepada warga yang benar-benar berhak dan tepat sasaran, program itu akan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember. (AJA)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*