Jember Hari Ini – Di tengah puncak musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Jember, hujan lokal masih sesekali terjadi di kawasan kota hingga wilayah tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pos meteorologi Jember menyebut kondisi tersebut dipengaruhi suhu permukaan laut yang lebih hangat di wilayah utara serta faktor topografi pegunungan.
Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, menjelaskan sumber pembentukan awan hujan saat ini berasal dari perairan di selatan pulau Madura hingga utara Situbondo. Suhu permukaan laut di kawasan tersebut masih relatif hangat sehingga mampu memicu terbentuknya awan hujan.
Dari wilayah tersebut terpantau masih banyak terbentuk awan hujan, sedangkan di perairan lainnya pembentukan awan sangat minim.
Selain dipengaruhi kondisi laut, hujan lokal juga terbentuk karena faktor pegunungan di wilayah utara Jember. Menurut hukama, keberadaan lereng pegunungan argopuro memicu terjadinya hujan orografis, yaitu hujan yang terbentuk akibat massa udara lembap terdorong naik oleh topografi pegunungan hingga membentuk awan hujan.
Akibat kondisi tersebut, potensi hujan masih lebih sering terjadi di wilayah utara hingga kawasan tengah Jember, sementara wilayah selatan seperti Puger, Ambulu, dan Kencong tetap didominasi cuaca kering.
Meski demikian, intensitas hujan yang turun masih tergolong sangat rendah. BMKG mencatat curah hujan yang terjadi kurang dari 10 milimeter, jauh di bawah ambang batas musim hujan yang mencapai sedikitnya 50 milimeter dalam periode 10 hari.
BMKG memperkirakan hujan lokal masih berpeluang terjadi di wilayah utara hingga kawasan tengah Jember dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, wilayah selatan diprediksi tetap mengalami kondisi kering seiring berlangsungnya puncak musim kemarau. (Ulil)

