Aksi Tolak Utang Pemkab Jember Ricuh, Peserta Mengaku Dicekik Oknum Kades

Ilustrasi.

Jember Hari Ini – Aksi penyampaian aspirasi terkait penolakan rencana utang Pemerintah Kabupaten Jember senilai sekitar Rp785 miliar di Gedung DPRD Jember, Senin (10/08/2026), berlangsung ricuh. Kericuhan dipicu dugaan tindakan kekerasan terhadap salah seorang peserta aksi dari Laskar Jahanam bernama Muhammad Busairi.

Ketua Laskar Jahanam Jember, Dwi Agus Budiyanto, menegaskan, secara kelembagaan Laskar Jahanam tidak terlibat aksi unjuk rasa tergabung dalam forum komunikasi masyarakat cinta Jember. Namun, dirinya harus terlibat setelah mendengar salah satu anggotanya diduga dicekik oleh oknum Kades di ruang loby DPRD Jember.

Menurut Dwi Agus, persoalan tersebut tidak boleh didiamkan karena terjadi di gedung DPRD yang merupakan tempat masyarakat menyampaikan aspirasi. Ia meminta wakil rakyat menunjukkan keberpihakan dengan ikut memastikan dugaan kekerasan tersebut ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Sementara itu, Koordinator Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember, Jumantoro, mengatakan pihaknya bersama sejumlah elemen masyarakat akan mendatangi Polres Jember untuk melaporkan dugaan tindakan kekerasan tersebut. Jumantoro menegaskan, aksi tersebut bukan hanya berkaitan dengan persoalan kericuhan, tetapi juga menyuarakan penolakan terhadap rencana utang Pemkab Jember sekitar Rp785 miliar.

Menurut Jumantoro, rencana utang tersebut dinilai akan membebani masyarakat, termasuk petani dan kelompok masyarakat miskin. Ia juga mempertanyakan penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun 2025 yang disebut mencapai lebih dari Rp600 miliar.

Jumantoro meminta DPRD Jember mendengarkan aspirasi masyarakat dan mendorong efisiensi anggaran. Ia menilai anggaran pemerintah seharusnya lebih diprioritaskan untuk program yang langsung dirasakan masyarakat. Selain persoalan utang, massa juga meminta sejumlah persoalan di Kabupaten Jember mendapat perhatian, termasuk meminta Pemkab Jember membubarkan TP3D.

Aksi kemudian ditutup dengan permintaan kepada DPRD Jember untuk memberikan jawaban terhadap tuntutan massa dan ikut mengawal laporan dugaan pencekikan ke Polres Jember. Hanya Fraksi PDIP yang menandatangani tuntutan massa. (Rusdi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*