Jember Hari Ini – Krisis air bersih di Kabupaten Jember meluas hingga kawasan perkotaan. Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau dan episode El Nino yang berdampak pada semakin berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, kekurangan air bersih dilaporkan terjadi di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, serta Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Kini, kondisi serupa mulai dirasakan warga di Lingkungan Plinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Palang Merah Indonesia (PMI) dan BPBD Jember melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Kabid penanggulangan bencana PMI Kabupaten Jember, Narto, mengatakan, kekurangan air bersih kini mulai merambah kawasan perkotaan. Salah satunya di lingkungan Plinggian, Kelurahan Antirogo.
Menindaklanjuti laporan warga, PMI memasang dua tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter di sekitar permukiman. Salah satu tandon tersebut merupakan bantuan dari Icmi Orda Jember.
Truk tangki PMI berkapasitas 5.000 liter yang sebelumnya digunakan untuk distribusi air di Dusun Bunder, Pakusari, kemudian dialihkan untuk mengisi dua tandon tersebut. Air bersih yang disalurkan PMI diperkirakan mencukupi kebutuhan sekitar 90 Kepala Keluarga yang tersebar di dua RT.
Warga Plinggian, Suprikto, mengatakan, warga telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama sekitar dua bulan terakhir. Sumur milik warga mengering sehingga mereka terpaksa mengambil air dari sumber mata air yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman.
Menurutnya, sumber air tersebut berada di lembah dekat sungai dengan medan yang cukup terjal. Air yang diambil warga terutama digunakan untuk kebutuhan minum.
Sementara warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih memilih membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Hafit)

