Petani Jember Diminta Bijak Pilih Tanaman, El Nino Berpotensi Perkuat Kemarau Hingga Akhir Tahun

Ilustrasi

Jember hari ini – Petani di Kabupaten Jember diminta lebih bijak menentukan jenis tanaman dan varietas yang akan ditanam pada musim tanam berikutnya. Imbauan ini menyusul kondisi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino dan berpotensi menguat hingga akhir tahun 2026.

Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, mengatakan pengaruh El Nino cukup kuat dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat musim kemarau dan meningkatkan risiko kekeringan, terutama di wilayah yang minim hujan lokal. Menurutnya, risiko kekeringan ekstrem perlu diantisipasi ketika puncak musim kemarau berlangsung bersamaan dengan penguatan El Nino.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi petani Jember, khususnya saat sebagian wilayah saat ini telah memasuki fase puncak panen raya padi Musim Tanam kedua (MT2). Petani perlu mempertimbangkan ketersediaan air sebelum menentukan komoditas yang akan ditanam setelah panen.

Hukama menegaskan, pemilihan bibit dan jenis tanaman menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan petani untuk menghadapi kondisi cuaca kemarau.

BMKG memperkirakan masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan di Jember berlangsung secara bertahap. Wilayah tengah dan utara diperkirakan memasuki masa pancaroba lebih dahulu sekitar November.

Sementara wilayah selatan Jember biasanya menyusul sekitar satu hingga dua pekan kemudian. Namun, pengaruh El Nino berpotensi membuat perbedaannya menjadi lebih panjang.

Untuk wilayah selatan, masa pancaroba bahkan diperkirakan baru mulai pada akhir November atau berlanjut hingga Desember. Karena itu, petani yang akan memasuki musim tanam setelah panen MT2 diharapkan tidak hanya berpatokan pada kalender tanam, tetapi juga mempertimbangkan prakiraan cuaca, ketersediaan air, serta karakteristik tanaman yang dipilih.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko tanaman mengalami kekurangan air apabila kemarau berlangsung lebih panjang akibat penguatan El Nino. (Ulil)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*