Jember Hari Ini – Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Malang, Lumajang, Banyuwangi hingga Jember ditargetkan tuntas pada awal 2029.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut proyek JLS menjadi salah satu infrastruktur strategis yang diyakini mampu mengubah konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Fawait, pembangunan JLS yang sebelumnya mengalami kondisi mati suri kini kembali mendapatkan komitmen pemerintah pusat. Proyek tersebut telah masuk dalam penganggaran apbn dengan nilai sekitar Rp3 triliun, yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan konektivitas wilayah selatan Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember.
Fawait menilai keberlanjutan pembangunan JLS akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat maupun distribusi barang dan jasa. Konektivitas yang semakin terbuka juga diyakini dapat mempercepat masuknya investasi ke Jember, terutama kawasan yang berada di sepanjang jalur tersebut
Selain JLS, Fawait menyebut Jember saat ini juga tengah mendapatkan sejumlah dukungan pembangunan infrastruktur strategis lainnya. Mulai dari pengembangan Bandara Notohadinegoro, rencana konektivitas jalan tol yang mulai diarahkan masuk Jember, hingga berbagai pembangunan infrastruktur melalui APBN. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing daerah. (Rusdi)

