Jember Hari Ini – Antusiasme masyarakat mengikuti gerak jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 cukup tinggi. Hingga Sabtu, (22/08/2026), jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai 18.993 orang. Kepala Disporabudpar Kabupaten Jember Bobby Arie Sandy melalui talkshow di Prosalina mengatakan, pendaftaran Tajemtra 2026 telah dibuka sejak 1 Agustus dan masih berlangsung hingga 2 September mendatang.
Dia menyebut, dari total peserta tersebut, 7.232 orang tercatat sebagai peserta perorangan putra, sedangkan peserta perorangan putri mencapai 7.310 orang. Sementara kategori regu umum atau instansi, tercatat 245 regu putra dan 196 regu putri. Sementara kategori regu pelajar disebut masih relatif sedikit karena batas usia peserta tajemtra ditetapkan di atas 15 tahun.
Bobby mengatakan, dari jumlah pendaftar 18.993 orang, dia optimis masih berpotensi bertambah karena pendaftaran baru akan ditutup pada 2 September.
Disporabudpar Jember menargetkan jumlah peserta tahun ini minimal mencapai 20 ribu orang. Target tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan Tajemtra tahun sebelumnya yang berada di angka sekitar 15 ribu peserta.
Bobby mengatakan, peningkatan jumlah peserta menjadi salah satu pembeda Tajemtra 2026. Pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah dan stakeholder untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Selain peserta gerak jalan, Tajemtra tahun ini juga akan melibatkan kelompok drum band dari berbagai sekolah di Jember. Keterlibatan pelajar tersebut menjadi konsep baru dalam pelaksanaan Tajemtra 2026. Kelompok drum band dari tingkat SD, SMP, hingga SMA akan tampil secara estafet di sepanjang rute.
Para pelajar tidak akan menempuh seluruh jarak sekitar 31 kilometer dari Tanggul menuju Jember. Setiap kelompok diproyeksikan berjalan sekitar 500 hingga 700 meter sebelum digantikan kelompok drum band lainnya hingga mendekati garis finis.
Pelibatan drum band pelajar dilakukan sebagai langkah awal untuk menggali dan mengembangkan potensi kelompok drum band lokal. Pemerintah daerah berencana mengembangkan keterlibatan tersebut menjadi ajang perlombaan atau championship tersendiri.
Menurut Bobby, data Dinas Pendidikan menunjukkan hampir seluruh sekolah di Jember memiliki kelompok drum band. Potensi tersebut dinilai perlu diberikan ruang untuk tampil dalam rangkaian kegiatan besar daerah. Selain masyarakat Jember, peserta Tajemtra 2026 juga berasal dari luar daerah. Lebih dari 800 peserta tercatat memiliki KTP luar Kabupaten Jember.
Bahkan, Disporabudpar membuka peluang adanya peserta dari luar negeri yang ikut berpartisipasi dalam Tajemtra tahun ini. Untuk peserta dari luar daerah yang membutuhkan akses transportasi, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan PT KAI, terutama untuk membantu pengaturan tiket kereta pada akhir pekan.
Bobby menambahkan, pihaknya juga mengajak berbagai stakeholder, mulai dari perbankan, kantor lintas sektoral hingga sekolah-sekolah untuk membentuk regu dan ikut memeriahkan Tajemtra 2026.
Tajemtra telah menjadi salah satu tradisi masyarakat Jember sejak 1977 dan berkembang menjadi agenda tahunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dengan rute sekitar 31 kilometer dari Tanggul menuju Jember. (AJA-Ulil)

