Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Jadi Bagian Kendala Pencarian Nelayan Hilang di Paseban

Peroses pencarian dua nelayan hilang di Paseban.

Jember Hari Ini – Gelombang tinggi hingga sekitar 4 meter menjadi salah satu kendala dalam pencarian dua nelayan yang masih hilang setelah kapal layar motor atau klm pantes terbalik dihantam ombak saat mencari ikan di Perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

Memasuki hari ketujuh, Selasa (25/08/2026), Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur dan potensi SAR yang terlibat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan, pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB setelah seluruh unsur SAR gabungan mengikuti briefing dan pembagian tugas.

Pencarian dilakukan melalui dua metode. SRU pertama melakukan penyisiran visual di permukaan laut menggunakan jukung nelayan. Sementara tim lainnya menyisir garis pantai dari Pantai Paseban hingga kawasan maleman dengan jarak kurang lebih 15 kilometer. Selain itu, berdasarkan laporan BPBD Jember, penyisiran darat juga dilakukan di sepanjang Pantai Paseban dengan jarak sekitar 3 kilometer.

Meski area pencarian telah diperluas, hingga pencarian berakhir tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan dua korban yang masih hilang, yakni Mujai (58), dan Samsul (45). Keduanya merupakan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

I Made Oka menjelaskan, setelah tujuh hari operasi pencarian, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing dan evaluasi bersama pihak keluarga. Hasil pencarian pada hari ketujuh dinyatakan nihil.

Sementara itu, Personel TRC BPBD Jember, Didi Teguh, menambahkan, kondisi gelombang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam melakukan pencarian di laut. Ketinggian ombak di Kawasan Pantai Paseban dilaporkan mencapai sekitar 4 meter.

Setelah pencarian hari ketujuh berakhir, operasi SAR kemudian memasuki tahap evaluasi dan koordinasi. Pemantauan terhadap keberadaan dua korban yang masih hilang tetap dilakukan dengan melibatkan keluarga serta potensi SAR di wilayah setempat.

Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Rabu (19/08/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, KLM pantes yang digunakan untuk mencari ikan dihantam ombak di Perairan Paseban hingga menyebabkan kapal terbalik dan lima orang di dalamnya menjadi korban.

Dari lima orang di atas kapal, satu orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, dua orang meninggal dunia, dan dua lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Dua korban meninggal dunia masing-masing Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, serta Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Sedangkan korban selamat yakni Samino (65), warga Desa Bagon, Kecamatan Puger. (Ulil)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*