Jember Hari Ini – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah untuk memanfaatkan potensi awan hujan sekaligus mengurangi risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Prakirawan BMKG POS Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, Selasa (08/09/2026) mengatakan, OMC dilakukan Pemprov Jawa Timur melalui BPBD dengan melibatkan BMKG dan sejumlah pihak lainnya.
Operasi tersebut dilakukan setelah dalam beberapa hari terakhir banyak awan terbentuk di sejumlah wilayah. Namun, awan tersebut belum menghasilkan hujan yang merata. Hujan yang turun umumnya masih ringan hingga sedang dan lebih banyak terjadi di wilayah pegunungan.
Menurut Hukama, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dilakukannya OMC. Ketika terdapat potensi awan hujan, pemerintah berupaya memodifikasi pertumbuhannya agar dapat menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan.
OMC dilakukan di 11 titik yang tersebar di enam kabupaten di Jawa Timur. Dalam pelaksanaannya, OMC menggunakan pesawat berukuran kecil untuk menyebarkan bahan tertentu ke dalam awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Salah satu bahan yang digunakan berupa NaCl atau garam dengan total sekitar 3.200 kilogram.
Hukama menjelaskan, pelaksanaan OMC juga berkaitan dengan kondisi kekeringan yang meningkatkan potensi karhutla di sejumlah Wilayah Jawa Timur. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah wilayah Pegunungan Ijen yang dalam beberapa hari terakhir mengalami kebakaran hutan dan lahan. Kondisi kering juga terjadi di wilayah Situbondo dan Bondowoso sehingga menyulitkan petugas maupun relawan mendapatkan sumber air untuk penanganan kebakaran.
Karena itu, peluang terbentuknya awan hujan dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan modifikasi cuaca. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang turunnya hujan sekaligus membantu mengurangi risiko meluasnya Karhutla.
Sementara itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang untuk Rabu (09/09/2026), di wilayah Jember, Lumajang, serta sejumlah wilayah bagian selatan Jawa Timur.
Masyarakat diminta mewaspadai kondisi cuaca tersebut, terutama di tengah kondisi lahan yang masih relatif kering dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. (Ulil)

