Hujan Masih Minim, Warga Jember Diminta Waspadai Karhutla

Kebakaran hutan.

Jember Hari Ini – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pos Meteorologi Jember mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung di wilayah Jember.

Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Hukama Nur Akmal, mengatakan, berdasarkan prakiraan klimatologis, hujan memang berpotensi mulai turun pada pertengahan September. Namun, intensitasnya masih sangat rendah, yakni dibawah 10 milimeter.

Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung di sejumlah wilayah Jember. Peningkatan intensitas hujan baru berpotensi terjadi pada dasarian pertama Oktober, dengan kategori rendah hingga menengah.

Hukama mengingatkan masyarakat agar tetap menghemat penggunaan air karena belum dapat dipastikan kapan kondisi kemarau benar-benar berakhir.

Selain menghemat air, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama akibat aktivitas yang menggunakan api.

Warga diminta tidak meninggalkan puntung rokok sembarangan, mengawasi pembakaran sampah, serta memastikan anak-anak tidak bermain api tanpa pengawasan orang dewasa.

Dia mengatakan, kewaspadaan terhadap api perlu ditingkatkan karena kondisi kering dan angin kencang dapat membuat api cepat menyebar. Kebakaran di kawasan perbukitan atau perkebunan bahkan terkadang baru terlihat pada malam hari.

Sebelumnya, BPBD Jember melaporkan, kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan taman nasional meru betiri, Kecamatan Tempurejo, Jember.

Berdasarkan laporan BPBD Jember, kebakaran berlangsung sejak Selasa hingga Kamis, 8-10 September 2026, di kawasan hutan wilayah Desa Curahnongko dan Desa Andongrejo.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 72 hektare. Di wilayah Curahnongko, api sempat mendekati permukiman warga hingga sekitar 100 meter pada Kamis siang.

Hingga Kamis malam, api di wilayah barat kawasan hutan desa Curahnongko dilaporkan sudah padam. Sementara api di wilayah timur Desa Andongrejo masih belum sepenuhnya padam. (Ulil)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*