Jember Hari Ini – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN) Khas Jember mengukuhkan empat guru besar sekaligus dalam sidang senat terbuka di gedung kuliah terpadu lantai 3, Kamis, (17/09/20260. Prosesi pengukuhan dipimpin PLT. Rektor UIN Khas Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron
Empat guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Hj. Busriyanti sebagai guru besar ilmu hukum keluarga islam, Prof. Dr. H. Abdul kholiq Syafa’at sebagai guru besar ilmu pemikiran hukum islam Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Mu’is sebagai guru besar ilmu pengembangan kurikulum pendidikan islam, dan Prof. Dr. H. Abdul Rokhim sebagai guru besar ilmu ekonomi syari’ah.
Dalam prosesi tersebut, masing-masing guru besar menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang keilmuannya.
Salah satu orasi yang membahas persoalan kemiskinan disampaikan Abdul Rokhim melalui karya berjudul “Tipologi Filantropi Dalam Ekonomi Syariah: Transformasi Ziswaf Dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi”.
Dalam orasinya, Rokhim menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan data BPS per Maret 2026 yang dikutipnya, angka kemiskinan mencapai 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang. Menurut Prof. Rokhim, persoalan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang komprehensif, holistik, integratif, dan berkelanjutan.
Ia menyebut filantropi islam dapat menjadi salah satu instrumen redistribusi kekayaan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi. Menurutnya, instrumen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendorong pemerataan dan kemandirian ekonomi.
Prof. Rokhim menjelaskan, zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ziswaf memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi dapat saling melengkapi dalam membangun ekosistem filantropi islam yang strategis untuk redistribusi kekayaan dan pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Phil. Sahiron, menyambut bertambahnya empat guru besar di lingkungan kampus tersebut. Ia berharap hasil penelitian dan pemikiran para profesor yang dikukuhkan tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga dapat disebarluaskan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Menurut Sahiron, pengukuhan empat guru besar tersebut menjadi bagian dari penguatan tradisi keilmuan di UIN Khas Jember agar semakin mampu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan bangsa.
Di tengah perkembangan era digital, ia mendorong hasil kajian akademik dapat dimanfaatkan secara lebih luas. Sahiron juga mendorong para dosen yang telah memenuhi persyaratan untuk meraih jabatan profesor, sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan pengukuhan empat guru besar tersebut, jumlah profesor di UIN Khas Jember kini mencapai lebih dari 30 orang. Sebelumnya, jumlah profesor di kampus tersebut mencapai 36 orang, namun sebagian di antaranya telah memasuki masa pensiun dan meninggal dunia. (Hafit,ADV)

