Status Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla, BPBD Jember Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Ilustrasi

Jember Hari Ini – Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), menyusul meningkatnya kejadian kebakaran serta meluasnya dampak kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, mengatakan, sepanjang musim kemarau BPBD mencatat sedikitnya 10 kejadian kebakaran hutan dan puluhan kebakaran lahan yang tersebar di 22 kecamatan, 30 desa, dan 14 kelurahan.

Menurut Zughrinada, tingginya kejadian kebakaran menjadi salah satu pertimbangan Pemkab Jember meningkatkan status kebencanaan dari siaga menjadi tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla.

Selain Karhutla, penetapan status tersebut juga mempertimbangkan dampak kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Jember. Karena itu, Bpbd meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.

Warga diimbau tidak membakar sampah sembarangan, membakar sisa panen tebu untuk membuka lahan, maupun membuang puntung rokok di tempat yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap pekat. Laporan dapat disampaikan melalui Ketua RT atau RW, aparat desa, BPBD, pemadam kebakaran, maupun relawan kebencanaan. BPBD Jember juga menyiapkan pengaktifan Tim komando kekeringan dan karhutla serta melakukan inventarisasi personel dan sarana pendukung untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Ancaman Karhutla juga terjadi di kawasan Gunung Argopuro dan Taman Nasional Meru Betiri. Kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Perkembangan terbaru, kebakaran juga terjadi di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kamis, (17/09/2026) sekitar pukul 12.05 WIB. Kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga. Kebakaran tersebut diduga dipicu hawa panas dari lantai yang tiba-tiba menyulut api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (Ulil)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*