Jember Hari Ini – Seleksi Beasiswa Cinta Bergema 2026 memasuki babak krusial. Sebanyak 7.566 mahasiswa dinyatakan lolos administrasi dan mulai menjalani sesi wawancara. Namun, ditengah antusiasme ribuan mahasiswa, lebih dari seribu peserta harus gigit jari. Mereka gagal ikut wawancara akibat kelangkaan BBM, yang memaksa Pemkab Jember menerapkan kebijakan Work From Home (WFH).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, Sabtu (19/09/2026), mengatakan, dari total 11.469 pendaftar, hanya 7.566 yang lolos ke tahap wawancara yang digelar sejak Senin, 7 September 2026 di Aula Dispendik Jember. Nantinya, kuota beasiswa yang akan diterima sejumlah 4.200 mahasiswa.
Namun seiring dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak pada 10 hingga 12 September, Jember menerapkan WFH. Dengan demikian, pelaksanaan wawancara untuk tanggal 10, 11, 13 batal, sehingga ada ribuan mahasiswa tidak bisa mengikuti wawancara. Setiap hari panitia hanya melakukan wawancara sekitar 400 mahasiswa atau 1.200 dalam waktu 3 hari.
Usai WFH dicabut, panitia melanjutkan wawancara sesuai jadwal yang telah ditentukan, membuat peserta yang terdampak WFH ketinggalan atau tidak bisa mengikuti wawancara. Semestinya, lanjut Hafid, jika tidak ada penundaan, proses wawancara sudah selesai 29 September 2026.
Hafid menambahkan, panitia memberikan kesempatan kedua bagi yang terdampak. Yang gagal wawancara tanggal 10 September digeser ke tanggal 30 September 2026. Sedangkan yang gagal tanggal 11 September digeser ke tanggal 1 Oktober 2026.
Sebelumnya, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan, seluruh proses seleksi harus terbuka dan transparan. Informasi tahapan beasiswa wajib disampaikan dengan jelas kepada mahasiswa.
Beasiswa Cinta Bergema bukan sekadar bantuan uang kuliah. Program ini menjadi komitmen Pemkab Jember untuk membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda jember agar bisa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terhalang biaya. (Hafit)

