Festival Media Selat Malaka, Jurnalis 40 Kota Heningkan Cipta untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak 

Festival Media Selat Malaka

Jember Hari Ini – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar Festival Media Selat Malaka di Batam dan Tanjungpinang pada 19-21 September 2026. Acara dibuka dengan mengajak ratusan peserta dan puluhan jurnalis dari 40 kota di Indonesia, mengheningkan cipta untuk 5 jurnalis yang hilang kontak, saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Festival Media Selat Malaka 2026, Adam Zulfikar, mengajak seluruh peserta untuk berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Besar harapan, para jurnalis bisa ditemukan dalam kondisi selamat, dan keluarga yang menunggu diberikan kekuatan serta ketabahan.

Sementara itu, Ketua Aji Indonesia, Nany Afrida, menyinggung hilangnya para jurnalis tersebut dalam pidatonya. Menurutnya, hilangnya para jurnalis bukan sekadar persoalan profesi, melainkan berkaitan erat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi. 

Hingga Jumat 11 September 2026, upaya pencarian diperluas sampai ke sejumlah wilayah perairan Jawa Barat. Polda Jabar meminta masyarakat nelayan dan jajaran satuan polisi perairan dan udara (Satpolairud) untuk ikut memantau kemungkinan adanya korban yang terbawa arus hingga memasuki perairan Jabar.

Festival Media Selat Malaka 2026 digelar AJI Kota Batam dan Tanjungpinang dengan rangkaian acara diskusi, lokakarya, dan pelatihan yang membahas berbagai isu seputar media, demokrasi, hak asasi manusia, serta persoalan masyarakat di kawasan kepulauan dan perbatasan. Isu utamanya, mengangkat tentang kemerdekaan pers dan keadilan Hak Asasi Manusia di Asia Tenggara.

Lebih lanjut, Nany mengatakan, untuk pertama kalinya, AJI menggelar festival media di dua kota sekaligus, Batam dan Tanjungpinang. Acara ini mempertemukan jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia, akademisi, aktivis, mahasiswa, dan organisasi masyarakat sipil. (Ulil)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*