Jember Hari Ini – Kisah pilu Sunaryo alias Pak Yo, warga sebatang kara yang rumahnya ludes terbakar saat ditinggal bekerja sebagai buruh tani, mulai mendapatkan perhatian. Rumah pria berusia 58 tahun, warga Dusun Tegalan, Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, kini dibangun kembali melalui program bedah rumah yang digagas MWC NU Mayang.
Kebakaran terjadi pada Senin (07/09/2026). Saat itu, Sunaryo sedang pergi ke sawah untuk bekerja. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang terjadi di bagian depan rumah korban. Akibat kebakaran tersebut, hampir seluruh harta benda miliknya hangus terbakar.
Tidak ada perabot rumah tangga yang berhasil diselamatkan, kecuali pakaian yang saat itu dikenakan korban. Satu unit sepeda motor, dokumen penting, hingga KTP milik Sunaryo juga ikut terbakar.
Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Sunaryo tidak mampu membangun kembali rumahnya secara mandiri. Kondisi tersebut kemudian mendorong MWC NU mayang bersama NU Care-Lazisnu, lembaga dan badan otonom NU, serta para simpatisan warga Nahdliyin untuk bergerak melakukan bedah rumah.
Ketua Lazisnu Mayang, Ustadz Muhammad Arifin, mengatakan, pembangunan rumah Sunaryo secara resmi dimulai melalui launching pada Minggu (20/09/2026). Setelah mendapatkan informasi mengenai kebakaran yang menimpa Sunaryo, pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Selanjutnya, dilakukan koordinasi dengan MWC NU Mayang, lembaga badan otonom, serta kader penggerak NU Mayang hingga akhirnya disepakati untuk membangun kembali rumah korban.
Saat ini, proses pembangunan rumah tersebut sudah hampir memasuki tahap finishing. Dana pembangunan dihimpun dari pengurus, kader, serta warga Nahdliyin yang peduli terhadap kondisi Sunaryo.
Sekretaris MWC NU Mayang, Ahmad Muzammil, mengapresiasi kepedulian NU Care-Lazisnu Mayang yang menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi sosial itu juga melibatkan seluruh lembaga dan badan otonom NU, diantaranya IPNU, IPPNU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, serta kader penggerak NU Mayang.
Mereka bersama-sama menggalang dana untuk membantu membangun kembali rumah Sunaryo, sekaligus meringankan beban yang dirasakan korban setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran. (Hafit)

