Dua Batu Yoni Peninggalan Era Medang Raib, Situs Pocangan Disebut Tanpa Penjaga

Lokasi Batu Yoni yang hilang.

Jember Hari Ini – Hilangnya dua Batu Yoni yang merupakan benda cagar budaya berusia ribuan tahun di Kabupaten Jember hingga kini masih menjadi misteri.

Dua benda peninggalan era Kerajaan Medang atau masa sebelum Kerajaan Majapahit tersebut dicuri dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, yang berada di wilayah perbatasan Jember-Bondowoso.

Kapolsek Sukowono, AKP Budi Sastriawan, mengatakan, pihaknya masih kesulitan menelusuri status kepemilikan tanah tempat Situs Pocangan berada. Termasuk siapa yang selama ini bertanggung jawab merawat situs tersebut.

Ia bahkan mengaku baru mengetahui terdapat benda cagar budaya di wilayah hukumnya setelah menerima laporan mengenai hilangnya dua Batu Yoni. Berdasarkan pengamatan di lokasi, kondisi situs tersebut juga terlihat kurang terawat.

Menurutnya, benda-benda bersejarah tersebut kemungkinan telah tercatat dalam data atau museum sejarah, namun keberadaannya di lapangan belum mendapatkan pengawasan yang memadai.  

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mendesak Pemerintah Kabupaten Jember segera melakukan pemutakhiran data seluruh benda dan objek cagar budaya yang berada di Kabupaten Jember.

Menurut Candra, pemutakhiran data penting dilakukan agar pemerintah dan masyarakat dapat mengetahui keberadaan serta kondisi benda-benda bersejarah yang memiliki nilai historis tinggi, termasuk memastikan apakah benda tersebut masih berada di Jember.

Candra menilai hilangnya dua Batu Yoni dari Situs Pocangan menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga benda-benda bersejarah yang merupakan bagian dari jejak peradaban masa lalu di Jember.  

Sebelumnya, Candra Ary Fianto melaporkan hilangnya aset purbakala tersebut ke Mapolsek Sukowono pada Kamis (24/09/2026).Candra mengaku menerima pengaduan langsung dari masyarakat terkait  hilangnya sepasang Batu Yoni di Situs Pocangan pada Selasa (22/09/2026).

Batu Yoni merupakan benda peninggalan tradisi Hindu kuno yang umumnya berbentuk seperti alas dengan bagian tengah berlubang. (Hafit)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*